Tampilkan postingan dengan label SD Alkautsar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SD Alkautsar. Tampilkan semua postingan

Studi Banding ke Malaysia dan Singapore

Kualitas Pendidikan di negeri tercinta ini, sampai saat ini di pandang tertinggal oleh bangsa – bangsa lain di dunia maskipun pandangan itu masih di pertanyakan standar apa yang dijadikan acuan untuk membandingkan kenyataan tersebut. Kalau di negeri ini kualitas pendidikan berstandar pada acuan nilai maka di seberang sana acuannya adalah keserapan lulusan di dunia kerja. Kedua acuan tersebut jelas hiterogen, tidak bisa diambil satu kesimpulan yang umum. Kita ambil contoh dalam beberapa tahun terakhir ini pelajar Indonesia banyak berprestasi di tingkat Internasional terutama dalam Olimiade – olimpiade sains.

Salah satu usaha pemerintah yang saat ini sedang berjalan adalah pegembangan sekolah menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional (SBI). Mengapa harus SBI? Keadaan ini bukan tanpa dasar. Dalam salah satu restrannya (Renstra Depdiknas 2005 – 2009), Depdiknas menganggap hal ini penting sebagai realisasi dari amanat UU Sistem Pendidikan Nasional. Renstra Depdiknas di atas murni merupakan perwujudan pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas yang selengkapnya berbunyi :

“ Untuk meningkatkan daya saing bangsa dikembangkan sekolah bertaraf internasional pada tingkat kabupaten / kota melalui kerjasama yang konsisten antar pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten / kota yang bersangkutan untuk mengembangkan SD, SMP, SMA dan SMK yang bertaraf Internasional”.

SD AL Kautsar Pasuruan bekerja sama dengan DIKDASMEN Muhammadiyah  melakukan  Studi banding ke Negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapore. Adapun yang di kunjungi oleh Kepala Sekolah dan Waka SD Al Kautsar Pasuruan yaitu :
1. Aminuddin International School Kuala Lumpur
2. Adni School Kuala Lumpur
3. Aljunied Al Islamiah of Singapore
4. Al Irsyad International School Madrasah Al Islamiah Of Singapore

Berikut rangkuman foto foto kegiatan selama di Malaysia dan Singapore

Foto Bersama di Bandara Juanda Indonesia

Foto bersama siswa SMK Aminudin Baki salah satu sekolah favorit di Malaysia

Workshop di Aula SMK Aminudin Baki Malaysia

Kepala SD AL Kautsar berfoto bersama dengan salah satu siswa Adni Islamic School Malaysia
dia adalah salah satu anak bangsa yang sekolah di Negeri Jiran

Workshop di AL Irsyad International school Madrasah al Islamiyah Singapore

Aula AL Irsyad International school Madrasah al Islamiyah Singapore, Pada saat
pembelajaran dari guru luar negeri
Terima kasih telah membaca artikel: Studi Banding ke Malaysia dan Singapore
READ MORE » Studi Banding ke Malaysia dan Singapore

Mengatasi Kejenuhan dalam Proses Belajar Mengajar

Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu negara dan bangsa. Hal ini disebabkan karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, dan guna mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan usaha yang keras dari masyarakat maupun pemerintah.
Pelaksanaan program pendidikan tidak lepas dari Proses Belajar Mengajar (PBM). Keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) sendiri dipengaruhi oleh bebagai aspek, seperti metode mengajar, sarana dan prasarana, materi pembelajaran, maupun kurikulum. Dari berbagai aspek tersebut, yang memegang peranan penting dalam PBM adalah pihak guru.
Selengkap apapun sarana dan prasarana yang dimiliki, jika tidak ditunjang dengan kompetensi guru terhadap bidang studi yang diajarkan, maka kegiatan belajar mengajar tidak akan berhasil. Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus aktor. Artinya, pada gurulah tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah. Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki sejumlah kemampuan mengaplikasikan berbagai teori belajar dalam bidang pengajaran dan menerapkan metode pengajaran yang efektif dan efisien, kemampuan melibatkan siswa berpartisipasi aktif dan, kemampuan membuat suasana belajar dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Kejenuhan dalam proses belajar mengajar sering kali terjadi di karenakan proses belajar mengajar sangat monoton di dalam kelas. Bukan siswa saja yang jenuh dalam proses belajar mengajar kadang Pengajar juga jenuh dan tidak semangat dalam menyampaikan pelajaran yang akan diajarkan. Untuk mengatasi malasah ini Guru SD Al Kautsar mencoba pembelajaran di luar kelas salah satu Mata Pelajaran IPA.
Dalam materi pada mata pelajaran IPA dalam BAB Perubahan Lingkungan Karena Konsisi Alam, siswa mencoba meneliti bagaimana abrasi terjadi di pantai. Pembelajaran kelas kali ini yaitu meneliti proses abrasi di Pantai Utara Kabupaten Pasuruan di Desa Lekok. Kejenuhan pun hilang karena tidak monoton saja dalam kelas.

Berikut foto – foto rangkuman kegiatan pembelajaran di luar kelas :


Instruksi dari Kepala SD Al Kautsar sebelum keberangkatan menujut tempat


Halaman yang luas di SD Al Kautsar Pasuruan, walaupun sudah banyak mobil yang mengantarkan siswa, masih tersisa parkiran untuk mobil yang lain

Intruksi dari Pak Rochman sebelum melakukan penelitian, pada pantai Lekok Kabupaten Pasuruan


Salah satu siswa SD AL Kautsar Pasuruan sedang membagikan lembar penelitian


Raihan kelas IVc menulis hasil penelitian tentang abrasi di dekat pantai


Membelakangi kamera, hampir semua siswa meneliti bagaimana proses abrasi pada pantai


Siswa dari kelas Pak Ego, menanyakan soal lembar penelitan

Pada lembar penelitian No.5, siswa harus melakukan tanya jawab kepada warga setempat
Terima kasih telah membaca artikel: Mengatasi Kejenuhan dalam Proses Belajar Mengajar
READ MORE » Mengatasi Kejenuhan dalam Proses Belajar Mengajar

SD Alkautsar Pasuruan melakukan aksi menanam 1000 pohon

PDF Print E-mail

Bumi kita semakin panas, tak terkecuali negara yang kita cintai ini. Indonesia, yupz dengan ber mil-mil karpet hijau meluas apabila dilihat dari atas dengan menggunakan helicopter, namun itu dulu sekitar tahun '90an. Apabila kita melihat sekarang menggunakan helicopter, karpet hijau tadi tak ada kembali karena manusia-manusia tak bertanggung jawab telah menebang tanpa ada penghijauan dan penanaman kembali. Karena itu Indonesia-pun terkena dampak dari pemanasan global.
Selain Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
SD Al Kautsar Pasuruan dalam hal ini ikut berperan menjadikan bumi Indonesia kembali menjadi jantung dunia. SD – Al Kautsar Pasuruan di tanggal 3 Januari 2011 Melakukan aksi Penanaman seribu pohon di SD Alkautsar Pasuruan. Aksi ini diikuti oleh semua siswa beserta guru, siswa memakai seragam olah raga serta membawa peralatan menanam.
Semoga tindakan kecil ini dapat merubah ekosistem yang ada di Negara Kita dan mengurangi dampak dari pemanasan global.
Terima kasih telah membaca artikel: SD Alkautsar Pasuruan melakukan aksi menanam 1000 pohon
READ MORE » SD Alkautsar Pasuruan melakukan aksi menanam 1000 pohon

SD Alkautsar

E-mail
Semilir angin berhembus sejuk di Jl. Ir. H. Juanda 75 Pasuruan. Terdengar syahdu suara gembira dari calon generasi bangsa. Pukul 06.30 wib, seperti pagi-pagi sebelumnya, para siswa SS Al-Kautsar berbaris rapi bersalaman dengan bapak-ibu guru dan kepala sekola yang menyambutnya penuh ketulusan.

Sebelum masuk kelas, para siswa dibiasakan mengerjakan shalat Dhuha. Sementara mereka yang duduk di kelas satu dan dua yang belum bisa menunaikan shalat Dhuha, diarahkan, diajarkan dan ditanamkan untuk selalu melakukan sujud syukur atas semua pemberian Allah SWT. Tidak itu saja, mereka juga dibiasakan untuk tadarus bersama sesaat setelah memasuki pelajaran pertama, 07.00 wib.

Menarik pula SD ini, para 'laskar pelangi' itu tidak lupa untuk meletakkan ibu jarinya pada finger print absensi (absensi elektronik) ketika hendak memasuki kelas. Hal serupa juga diterapkan bagi seluruh tenaga pengajar SD Al-Kautsar Pasuruan.

Al-Kautsar mengemban grand design pedidikan dasar sebagai kawah candradimuka dalam peletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampila hidup mandiri. SD Al-Kautsar mengambil langkah strategis dala memepersiapkan anak didiknya menjadi generasi emas Indonesia. Upaya yang nampak alam visi mereka: terciptanya SDM yang uswatun hasanah, memiliki keunggulan IMTAQ dan IPTEK, keterampilan dan kualitas, serta wawasan dan mampu bersaing.

Visi ini kemudian diteremahkan dalam delapan poin gagasan teknis. Pertama, meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan. Kedua, menanamkan dasar-dasar ibadah yang benar, serta menanamkan akhlakul karimah. Ketiga, menumbuhkembangkan dasar-dasar kemahiran membaca, menulis, dan berhitung. Keempat,  mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemamapuan berfikir logis, kritis, dan kreatif. Kelima, menumbuhkan sikap toleran, tanggungjawab, kemandirian dan kecerdasan emosional. Keenam, memberikan dasar-dasar kemampuan hidup, dasar-dasar kewirausahaan serta etos kerja yang islami. Ketujuh, membentuk empati yang tinggi serta bangga dengan islam sebagai agamanya, serta mampu melaksanakan ajaran-Nya dengan baik dan benar. Kedelapan, membentuk rasa cinta tanah air Indonesia dan bangga sebagai bangsa Indonesia.

Kedelapan misi itu selanjutnya dielaborasi dengan tiga konsep praksis pendidikan SD Al-Kautsar. “Pertama, pendidikan berdasarkan fitnah, di mana manusia senantiasa menghamba kepada Allah. Kedua, pendidikan berdasarkan kehidupan nyata,”terang kepala sekolah, Hj. Lilik Andayani Mpd kepada MANTAN beberapa waktu lalu.

Ketiga konsep itu dipraktikkan dalam wujud suasana pembelajaran sekolah yang berorentasi agar siswa-siswi dapat menjalankan perintahNya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Itu dapat dilihat dalam pedidikan Al-Islam  (Ibadah, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, al-Quran, Hadist, Bahasa Arab), maupun peljaran umum (Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, IPA, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan).

Mengenai konsep perkebangan siswa, pihak SD Al-Kautsar memahaminya sebagai langkah menjembatani perkembangan usia anak. Yakni dangan cara memperlakuakan anak sesuai kondisi, keberagamaan, potensi dan keunikan ynag dimiliki masing-masing individu. Karenanya, para siswa-siswi tidak cukup hanya dibekali kecerdasan spritual, sehigga sejak dini diantarkan untuk mengenal kehidupan nyata. “Ini dimaksudkan agar peserta didik dapat mampu berinteraksi dengan sesama, alam semesta dan perkembangan teknologi.”kata Lilik.

Agar mampu berdaya saing, aspek pengembangan diri peserta didik dianggap penting. Hal ini diterapkan dalam dua kategori, yakni kelompok intrakulikuler khusus (ICT Sekolah dan Bahasa Inggis/Confesation Class) dan kelompok ekstrakulikuler: olah raga (sepak bola, bola basket dan tapak suci) olimpiade matematika dan sains, elektronika, kesenian serta pramuka, out bond, dan dokter cilik/UKS.

Di samping itu, ada program sekolah khusus bernama 'BERHIAS'. Akronim dari bersih, ramah, hijau, aman dan sehat. Program ini dilaksanakan setiap akhir bulan untuk mengevaluasi program sekolah selama satu bulan dan diakhiri dengan kerja bakti sekaligus pengumuman predikat juara dari tujuh kategori. Misalnya, kelas terkratif, terimajinatif dan terinovatif.

Tak heran jika dulu sekolah yang identik 'keterbelakangan' ini berubah total. Awalnya. Sekolah ini adalah rintisan TK Al-Kautsar pada tahun 1980-an, dan sempat menggunakan nama SD Muhammadiyah 1 Pasuruan, sebelum berganti kembali menjadi SD Al-Kautsar (1992). Lantaran kekurangan murid (pra-1992) dan kuantitasnya bertambah menjadi 91 siswa (1994). Kini kondisi berubah secara dratis,. SD yang di bawah Majelis Dikdasmen PDM Pasuruan ini mempunyai 640 siswa, dengan jumlah 38 tenaga pengajar, serta 7 karyawan. Sementara sarana dan pra sarana; 19 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang laboratorium, perpustakaan, dan tata usaha.

Hal menarik  lainnya, peran serta masyarakat sangat dilibatkan demi kemajuan sekolah. Itu terbukti adanya program kerjasama dengan PT SISMINDO (bergerak di IT), Majelis Ekonomi PDM Pasuruan, orang tua siswa dan sebagainya. Contoh nyata kerjasama tersebut dapat dinikmati fasilitas hotspot gratis di seluruh area Al-Kautsar, dan terdapat fasilitas kanti ala Cafe hasil urung rembug dengan wali sisiwa.

Bicara prestasi, sudah banyak yang ditorehkan SD Al-Kautsar. Misalnya, Juara umum Porseni kota Pasuran/2006, Juara III Olimpiade metematika seJawa-Bali/2006, medali perunngu Olimpiade Matematika se-Jatim/2006, Juara I renang tingkat kota provinsi tingkat kota-provinsi/2008, Juara II Matematika Conversation Primagama/208, Juara III Olimpiade al-Islam Olycon/2008, Juara III Olimpiade ISMUBA tingkat nasional/2009, Juara III Olimpiade Sains tingkat kota/2009, dan lain-lain.
Terima kasih telah membaca artikel: SD Alkautsar
READ MORE » SD Alkautsar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...