Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

10 Tentara Wanita Terbaik di Indonesia

Inilah daftar 10 tentara wanita terbaik di dunia, semoga bermanfaat :
10. Mary E. Walker
Mary Walker adalah wanita pertama dan satu-satunya di seluruh kekuatan militer yang pernah menerima Medali Kehormatan Kongres atas tindakan dan tugas selama Perang Saudara. Meskipun ia tidak memulai di militer, Walker dikenal untuk mendorong hak-hak perempuan serta reformasi berpakaian. Sebelum Perang Saudara pecah, Walker adalah satu-satunya perempuan di kelasnya lulus dengan gelar medis dari Syracuse Medical College. Segera setelah mendapatkan gelar, perang pecah dan Walker sukarela untuk bergabung dengan Angkatan Darat sebagai petugas medis



9. Cut Nyak Dhien
wanita Aceh yang lahir pada tahun 1848 ini adalah salah satu prajurit wanita terbaik yang pernah dimiliki oleh Aceh dan Negara indonesia. Ia bersama Suaminya, Teuku Umar berjuang bersama rakyat Aceh lainya untuk mengusir kependudukan belanda dari tanah Aceh. Ia selalu gigih dalam mengumandangkan kata kebebasan bagi rakyat aceh. Bahkan di usia tuanya, ia tetap berjuang melawan Belanda walaupun hanya dengan kobaran semangatnya.



8. Opha M. Johnson
Mungkin Johnsonlah wanita pertama di dalam kesatuan Korps marinir Angkatan laut Amerika serikat yang ikut berperang langsung dengan tentara Jepang. di saat wanita lainya hanya mendapatkan tugas sebagai juru masak dan juru cuci marinir, ia justru mendapatkan tugas sebagai pengatur serangan laut angkatan Laut marinir Amerika serikat di Perang dunia ke 2.



7. Loretta walsh
Loretta adalah wanita pertama yang terdaftar dalam kesatuan Angkatan laut Amerika serikat di perang dunia ke 1. Wanita kelahiran 22 April 1896 ini adalah salah satu ahli strategi pertempuran laut yang ikut andil dalam pertempuran melawan Jerman di front Psifik, kegemilanganya dalam menerapkan strategi perang laut membuat Jerman harus kehilangan 5 kapal tempurnya.



6. Oveta Culp Hobby
Hobby adalah wanita pertama di dalam kesatuan angkatan darat yang mendapatkan US Army Distinguished service medal, yaitu medali kehormatan yang hanya diberikan kepada prajurit-prajurit Amerika serikat terbaik. Pada awalnya ia hanya bertugas di bagian editor, tetapi karna kegemilanganya, ia kemudian berhasil menduduki posisi penting di kemiliteran Amerika serikat, dan segera setelah ia mendapatkan medali kehormatanya di tahun 1945, ia kemudian naik pangkat menjadi kolonel.



5. Elsie S. Ott
Ia adalah Prajurit Amerika yang bertugas sebagai perawat penerbang. Walaupun ia tak pernah mendapatkan pendidikan formal dalam dunia medis penerbangan, tapi nyatanya ia berhasil merawat banyak pasukan penerbang Amerika serikat. ia juga mendapatkan medali medis penerbangan Amerika serikat karna peran aktifnya dalam perang dunia ke 2.



4. Cordelia E. Cook
Cordelia E. Cook menjabat sebagai Korps Perawat Angkatan Darat selama Perang Dunia II dan berdiri sebagai wanita pertama yang menerima dua penghargaan atas tindakannya selama perang: Bintang Perunggu dan Purple Heart. Cook ditempatkan di Italia dan berhasil melakukan tugasnya sebagai perawat selama waktu pertempuran sulit dan kawanan tentara yang terluka dan sekarat. Ia berada di dalam pertempuran langsung ketika bertugas merawat para korban yang terluka.



3. Margaret Corbin
Margaret Corbin adalah wanita yang ikut bertempur langsung di Perang Revolusi Amerika. Pada awalnya ia adalah seorang wanita biasa, Tapi pernikahanya dengan John Corbin pada tahun 1772 yang seorang pejuang membuatnya harus ikut bertempur. Mereka berdua berjuang bersama ratusan orang berjuang melawan pasukan Inggris, terutama di Fort Washington di Manhattan.



2. Jamila
Jamila yang mempunyai nama lengkap Djamila Bouhired ini adalah seorang pejuang bwanita yang paling terkenal di dunia. Ia adalah pejuang nasional Aljazair. Bersama mahasiswa-mahasiswa aljazair lainya, ia tergabung dalam Front pembebasan Nasional Aljazair. perjuanganya melawan pendudukan Prancis di aljazair tak hanya melalui jalur Diplomasi, Ia juga aktif dalam jalur baku tembak dengan pasukan prancis.



1. Joan of Arc
Boleh dikatakan bahwa Joan of Arc adalah simbol ksatria prancis, Dialah prajurit wanita yang namanya menyeruak di dunia kemiliteran dunia. Ia adalah wanita yang ikut bertempur langsung dengan Pasukan Inggris dalam rangka mendapatkan kembali tanah Prancis. Ia banyak memenagi pertempuran bersama pasukan Prancis sebelum akhirnya ia tertangkap dan dihukum mati pada bulan Juni 1456. namun ia tetaplah dianggap sebagai Wanita suci sekaligus pahlawan wanita paling berpengaruh di negara Prancis.





Sumber: Click Here
Terima kasih telah membaca artikel: 10 Tentara Wanita Terbaik di Indonesia
READ MORE » 10 Tentara Wanita Terbaik di Indonesia

Sejarah Bendera Merah Putih

Anda pasti tahu bendera negara Indonesia merah putih.tapi apakah anda tau sejarahnya mengapa Indonesia memakai Bendera Merah putih?mau tau?silakan arahkan mouse anda ke bawah.
Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.
Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.
Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.
Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.
Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.
Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih).
Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

Terima kasih telah membaca artikel: Sejarah Bendera Merah Putih
READ MORE » Sejarah Bendera Merah Putih

10 Kerajaan Dengan Masa Pemerintahan Paling Lama Sepanjang Sejarah

Sepanjang sejarah banyak sekali kerajaan yang jatuh dan bangun.namun dapat terlihat juga dari sejarah kerajaan yang paling lama bertahan.mau tau apa aja itu?silakan baca...

10. Kerajaan Portugis:
Kerajaan Portugis terkenal karena memiliki angkatan laut terkuat sepanjang sejarah. Namun angkatan daratnya kurang dikenal sampai tahun 1999. Kerajaan ini bertahan selama 584 tahun dan merupakan kerajaan global yang menguasai 4 benua. Berdiri pada tahun 1415 saat Portugis menguasai Cueta, kota Islam di Afrika Utara. Ekspansi berlanjut ke Afrika, India, Asia, dan hingga ke Amerika. Setelah Perang Dunia II sampai 1999, Portugal menyerah kepada Cina. Kerajaan Portugis banyak dapat menguasai wilayah karena memiliki senjata yang luar biasa. Angkatan lautnya yang kuat memungkinkan mereka bertukar gula, budak, dan emas dari laut. Kerajaan Portugis runtuh karena beberapa faktor seperti tekanan internasional dan ekonomi.

9. Kerajaan Ottoman:
Kekuatan Kerajaan Ottoman mencakup 3 benua dengan budaya, agama, dan bahasa yang berbeda-beda. Kerajaan ini bertahan selama 623 tahun, dari 1299 sampai 1922. Kerajaan Ottoman dimulai dari wilayah kecil Turki setelah lemahnya Kerajaan Byzantium. Kerajaan ini menguasai Konstantinopel tahun 1453 dan memperluas wilayah hingga Eropa dan Afrika Utara. Perang Saudara pada awal 1900-an yang diikuti Perang Dunia I menandai runtuhnya kerajaan ini. Inflasi, pengangguran, dan kompetisi adalah faktor kunci runtuhnya Kerajaan Ottoman.

8. Kerajaan Khmer:
Kerajaan Khmer yang beribukota di Angkor (sekarang Angkor Wat) merupakan salah satu monumen religius terbesar di dunia. Kerajaan Khmer berdiri pada tahun 802 saat Jayavarman II mendeklarasikan dirinya sebagai raja wilayah Kamboja. Pada tahun 1432 kerajaan ini terpecah. Banyak teori yang menjelaskan penyebab runtuhnya kerajaan ini. Beberapa di antaranya ialah hilangnya tenaga kerja, degenerasi sistem manajemen air, dan yang terpenting adalah hasil panen yang lemah. Pendapat lain mengatakan Kerajaan Sukhothai menduduki Angkor pada tahun 1400-an.

7. Kerajaan Ethiopia:
Kerajaan ini berdiri pada tahun 1270 ketika Dinasti Solomonid menjatuhkan Dinasti Zagwe dan mendeklarasikan Raja Solomon sebagai raja bagi penduduk Habesha. Dari sana, dinasti tersebut menjadi kerajaan yang menguasai Ethiopia. Mendekati tahun 1895, Italia menyatakan perang terhadap Kerjaan Ethiopia. Tahun 1935, Benito Mussolini memimpin tentara Italia untuk menyerang Ethiopia selama 7 bulan dan akhirnya Italia mengumumkan kemenangannya. Tahun 1936-1941, Italia menguasai wilayah ini.

6. Kerajaan Kanem:
Kerajaan Kanem berdiri sekitar tahun 700 dan bertahan hingga 1376. Kerajaan ini terletak ini wilayah yang sekarang disebut Chad, Libya, dan sebagian Niger. Penduduk Zaghawa pertama kali menyatakan ibukota pada tahun 700 di kota N'jimi. Kerajaan ini terbagi menjadi 2 dinasti: Duguwa dan Sayfawa yang membawa agama Islam ke dalam kerajaan ini. Bulala menduduki N'jimi dan akhirnya mengambil alih Kerajaan Kanem.

5. Kerajaan Romawi Suci:
Kerajaan Romawi Suci merupakan pecahan dari Kerajaan Romawi Barat dengan titah langsung dari Gereja Katolik Romawi. Namanya diambil dari fakta bahwa kaisarnya dipilih berdasarkan pemilihan umum dan disematkan mahkota oleh paus di Roma. Kekaisaran ini bertahan dari tahun 962 sampai 1806. Kekaisaran dimulai saat Otto I mendeklarasikan diri sebagai Raja Jerman. Kekaisaran ini menguasai 300 wilayah. Pada tahun 1648, kerajaan ini mulai terpecah-pecah.

4. Kerajaan Silla:
Kerajaan Silla berdiri pada 57 SM dan meliputi Korea Utara dan Selatan. Kin Park Hyeokgeose merupakan raja pertamanya dan menguasai 4 kerajaan di sepanjang Peninsula Korea. Dinasti Tang dan Cina dan Kerjaan Silla berperang pada abad ke-7 namun Silla dapat mengalahkannya.

3. Republik Venice:
Kerajaan Venesia terkenal dengan angkatan lautnya yang telah menguasai wilayah dari Eropa hingga Mediterania dengan kota penting seperti Siprus dan Crete di dalamnya. Venesia berkuasa sepanjang 1.100 tahun, dari 697 hingga 1797. Kerajaan ini berdiri saat Kerajaan Romawi Barat jatuh ke tangan Italia. Kerajaan ini jatuh ketika kota Piedmont jatuh ke tangan Perancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte. Saat Napoleon memberikan ultimatum, Doge Ludovico Manin menyerah pada tahun 1797 dan Venice berada di bawah kekuasaan Napoleon.

2. Kerajaan Kush:
Kerajaan Kush bertahan dari 1070 SM sampai tahun 350 yang sekarang dikenal dengan Republik Sudan. Kerajaan ini sangat bergantung pada kayu sebagai bahan ekspor utama karena sulit untuk memperdagangkan besi dan emas. Diduga kerajaan ini runtuh akibat serangan dari suku gurun, namun para ilmuwan berpendapat keruntuhan tersebut dikarenakan deforestasi yang dilakukan sehingga persediaan kayu mereka menipis. Jadi bisa dikatakan Kerajaan Kush meruntuhkan dirinya sendiri dengan menghabiskan kayu untuk industri tanpa ada penanggulangannya.

1. Kerajaan Romawi Timur:
Kerajaan Romawi tidak hanya kerjaan paling terkenal dalam sejarah namun juga kerajaan yang paling lama bertahan. Kerajaan ini bertahan di berbagai era namun tepatnya dari 27 SM sampai tahun 1453 dengan lama bertahan selama 1480 tahun. Kerajaan ini menguasai wilayah Mediterania hingga Italia. Kerajaan Romawi Barat pecah pada tahun 476 saat Jerman menyingkirkan Romulus Augustus dari kursi kekaisaran, namun Kerajaan Romawi Timur tetap bertahan

Terima kasih telah membaca artikel: 10 Kerajaan Dengan Masa Pemerintahan Paling Lama Sepanjang Sejarah
READ MORE » 10 Kerajaan Dengan Masa Pemerintahan Paling Lama Sepanjang Sejarah

Sejarah Hari Kartini

apa yang anda ingat di tanggal 21 April?pastinya hari Kartini.
karena itulah saya membagikan Sejarah Hari Kartini.
silakan dibaca...

 
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Habis Gelap Terbitlah Terang
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat.
Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Kartini & Suami
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang
Kartini2
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.Terima kasih telah membaca artikel: Sejarah Hari Kartini
READ MORE » Sejarah Hari Kartini

Sejarah bandung lautan api

BANDUNG LAUTAN API


Insiden Perobekan Bendera

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia.

Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.

Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan.

Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.


Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.

Bandoeng Laoetan Api

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.

Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.

Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air”
A.H Nasution, 1 Mei 1997
Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api.
Terima kasih telah membaca artikel: Sejarah bandung lautan api
READ MORE » Sejarah bandung lautan api

Sejarah SWAT

Perkembangan SWAT (Special Weapons Assault Team) dalam inkarnasi modern biasanya diberikan sebagai awal dengan mengacu pada khususnya untuk kemudian-inspektur Daryl Gates dari Departemen Polisi Los Angeles (LAPD).
Sejauh awal LAPD SWAT tim, Gates menjelaskan dalam bukunya otobiografi Kepala: My Life di LAPD bahwa ia tidak mengembangkan taktik SWAT atau peralatan yang khas. Gates menulis bahwa ia mendukung konsep tersebut, mencoba untuk memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan konsep, dan dipinjamkan mereka dukungan moral [3] Gates awalnya. Bernama peleton “Assault Senjata Khusus Tim” Namun, karena protes populer nama ini ditolak oleh atasannya, lalu-wakil kepala polisi Ed Davis untuk terdengar terlalu banyak seperti organisasi militer. Ingin menjaga akronim “SWAT”, Gates mengubah ekspansi perusahaan (“penjelasan”) untuk “senjata khusus dan taktik”.
Sementara wajah publik SWAT dibuat dikenal melalui LAPD, mungkin karena kedekatannya dengan media massa dan ukuran dan profesionalisme Departemen itu sendiri, operasi SWAT pertama dilakukan di utara Los Angeles di komunitas pertanian Delano, California di perbatasan antara Kern dan Tulare County di San Joaquin Valley. Pada saat itu, César Chavez ‘United Farm serikat Pekerja pementasan berbagai protes di Delano, baik di fasilitas penyimpanan dingin dan di depan pekerja pertanian non-mendukung’ rumah di jalan-jalan kota. The Delano Kepolisian menjawab isu-isu yang timbul dengan membentuk unit ad-hoc menggunakan senjata khusus dan taktik. berita stasiun televisi dan media cetak dilakukan reportase hidup dan tertunda peristiwa ini di seluruh bangsa. Personil dari LAPD, setelah melihat siaran ini, dihubungi Delano dan bertanya tentang program. Satu petugas kemudian mendapat izin untuk mengamati senjata khusus Delano Kepolisian dan unit taktik dalam tindakan, dan setelah itu, mengambil apa yang ia pelajari kembali ke Los Angeles di mana pengetahuannya digunakan dan dikembangkan untuk membentuk unit pertama SWAT mereka.
John Nelson adalah petugas yang datang dengan ide untuk membentuk suatu unit khusus yang terlatih dan dilengkapi di LAPD, dimaksudkan untuk menanggapi dan mengatasi situasi kritis yang melibatkan penembakan sambil meminimalkan korban polisi. Inspektur Gates menyetujui ide ini, dan ia membentuk sebuah kelompok kecil pilih petugas relawan. Unit SWAT pertama awalnya terdiri dari lima belas tim dari empat orang masing-masing, agar staf total enam puluh. Perwira ini diberi status khusus dan manfaat. Mereka diminta untuk menghadiri pelatihan bulanan khusus. Unit ini juga menjabat sebagai unit jaminan untuk fasilitas polisi selama kerusuhan sipil. LAPD SWAT unit yang terorganisir sebagai “D Peleton” di divisi Metro. [3]
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Polisi Los Angeles, setelah baku tembak dengan Tentara Pembebasan Symbionese pada tahun 1974, menawarkan salah satu rekening beberapa langsung oleh departemen tentang sejarah SWAT, operasi, dan organisasi. [4]
Pada halaman 100 laporan, mengutip Departemen empat tren yang diminta pengembangan SWAT. Ini termasuk kerusuhan seperti Kerusuhan Watts, yang pada tahun 1960-an memaksa LAPD dan departemen polisi yang lain ke dalam situasi taktis yang mereka sakit-siap; munculnya penembak jitu sebagai tantangan untuk memesan sipil; pembunuhan politik, dan ancaman perkotaan perang gerilya oleh kelompok militan. “Para ketidakpastian yang dihadapi dalam penembak jitu dan antisipasi nya respon polisi normal meningkatkan kemungkinan kematian atau cedera pada petugas. Untuk melakukan perwira konvensional dilatih untuk konfrontasi dengan kelompok militan gerilyawan terlatih kemungkinan akan mengakibatkan tingginya jumlah korban di kalangan petugas dan melarikan diri dari gerilyawan. ” Untuk menghadapi ini dalam kondisi kekerasan perkotaan, LAPD SWAT terbentuk, catatan laporan.
Laporan itu menyatakan pada halaman 109, “adalah Tujuan dari SWAT untuk memberikan perlindungan, dukungan, keamanan, senjata, dan penyelamatan ke polisi operasi di situasi berisiko tinggi pribadi dimana taktik khusus yang diperlukan untuk meminimalkan korban.”
San Bernardino polisi SWAT tim
Pada tanggal 7 Februari 2008, pengepungan dan baku tembak berikutnya dengan seorang pria bersenjata di Winnetka, California menyebabkan pertama line-kematian-tugas seorang anggota tim SWAT LAPD dalam 41 tahun keberadaannya.Terima kasih telah membaca artikel: Sejarah SWAT
READ MORE » Sejarah SWAT

Sejarah FBI





FBI berasal dari kekuatan Agen Khusus diciptakan pada tahun 1908 oleh Jaksa Agung Charles Bonaparte selama Presidensi Theodore Roosevelt. Kedua orang itu pertama kali bertemu ketika mereka berdua berbicara pada pertemuan Baltimore Asosiasi Reformasi Layanan Sipil. Roosevelt, kemudian Kepegawaian Komisaris, membual dari reformasi dalam penegakan hukum federal. Itu adalah 1892, saat ketika penegak hukum sering politik ketimbang profesional. Roosevelt berbicara dengan kebanggaan menekankan bahwa pelamar Patroli Perbatasan lulus tes keahlian menembak, dengan yang paling akurat mendapatkan pekerjaan. Mengikuti program Roosevelt, Bonaparte balas, lidah di pipi, bahwa sasaran penembakan itu bukan cara untuk mendapatkan orang terbaik. "Roosevelt harus memiliki orang-orang saling menembak, dan diberi pekerjaan mereka yang selamat."

Roosevelt dan keduanya Bonaparte "Kaum progresif." Mereka berbagi keyakinan bahwa efisiensi dan keahlian, bukan koneksi politik, harus menentukan siapa yang bisa melayani dalam pemerintahan. Theodore Roosevelt menjadi Presiden Amerika Serikat pada 1901; empat tahun kemudian, ia ditunjuk Bonaparte untuk menjadi Jaksa Agung. Pada tahun 1908, Bonaparte diterapkan bahwa filsafat Progresif ke Departemen Kehakiman dengan menciptakan korps Agen Khusus. Itu tidak memiliki nama atau pemimpin yang ditunjuk secara resmi selain Jaksa Agung. Namun, para bekas detektif dan Secret Service merupakan pelopor dari FBI.

Saat ini, kebanyakan orang Amerika menerima begitu saja bahwa negara kita memerlukan layanan investigasi federal, tetapi pada tahun 1908, pembentukan lembaga semacam ini di tingkat nasional sangat kontroversial. Konstitusi Amerika Serikat didasarkan pada "federalisme:" pemerintah nasional dengan yurisdiksi atas hal-hal yang melintasi batas-batas, seperti perdagangan antarnegara dan luar negeri, dengan semua kekuasaan kepada negara bagian. Melalui tahun 1800-an, Amerika biasanya memandang ke kota-kota, kabupaten, dan sebagian besar negara-negara untuk memenuhi tanggung jawab pemerintah. Namun, pada abad ke-20, lebih mudah transportasi dan komunikasi telah menciptakan iklim pendapat menguntungkan pemerintah federal investigasi membangun tradisi yang kuat.

Impuls di kalangan rakyat Amerika menuju responsif pemerintah federal, ditambah dengan idealis, semangat reformis, dicirikan apa yang dikenal sebagai Era Progresif, dari sekitar 1900-1918. Generasi Progresif percaya bahwa intervensi pemerintah itu diperlukan untuk menghasilkan keadilan dalam sebuah masyarakat industri. Selain itu, tampak untuk "ahli" di semua tahap industri dan pemerintah untuk menghasilkan masyarakat yang adil.

Presiden Roosevelt dipersonifikasikan progresivisme di tingkat nasional. Kekuatan investigasi federal yang terdiri dari ahli disiplin baik dan dirancang untuk memerangi korupsi dan kejahatan sesuai Progresif Roosevelt skema pemerintah. Jaksa Agung Bonaparte berbagi Progresif Presiden filsafat. Namun, Departemen Kehakiman di bawah Bonaparte tidak punya penyidik sendiri kecuali beberapa Khusus Agen yang melakukan tugas khusus untuk Jaksa Agung, dan kekuatan Penguji (dilatih sebagai akuntan) yang memeriksa transaksi keuangan pengadilan federal. Sejak awal tahun 1870, Departemen Kehakiman, disesuaikan dana yang digunakan untuk menyelidiki kejahatan federal untuk menyewa detektif swasta pertama, dan kemudian para peneliti dari badan-badan federal lainnya. (Federal kejahatan adalah mereka yang dianggap terjadi pada antar negara bagian atau pemerintah federal pemesanan.)

Pada 1907, Departemen Kehakiman paling sering dipanggil Secret Service "koperasi" untuk melakukan investigasi. Orang-orang ini terlatih, berdedikasi - dan mahal. Selain itu, mereka tidak melaporkan kepada Jaksa Agung, tetapi kepada Kepala Secret Service. Situasi ini frustrasi Bonaparte, yang ingin kontrol penuh terhadap penyelidikan di bawah yurisdiksi. Kongres memberikan dorongan untuk Bonaparte untuk memperoleh kekuatan sendiri. On May 27, 1908, hal itu diberlakukan hukum mencegah Departemen Kehakiman dari Secret Service melakukan operasi.

Bulan berikutnya, Jaksa Agung Bonaparte ditunjuk kekuatan Agen Khusus di dalam Departemen Kehakiman. Oleh karena itu, sepuluh mantan Secret Service karyawan dan sejumlah Departemen Kehakiman pekerjaan sewa (yaitu, wajib penghambaan) peneliti menjadi Agen Khusus dari Departemen Kehakiman. Pada 26 Juli 1908, Bonaparte memerintahkan mereka untuk melaporkan kepada Kepala Examiner Stanley W. Finch. Tindakan ini dirayakan sebagai awal dari FBI.

Kedua Jaksa Agung Bonaparte dan Presiden Theodore Roosevelt, yang menyelesaikan istilah Maret 1909, merekomendasikan bahwa gaya Agen 34 tetap menjadi bagian dari Departemen Kehakiman. Jaksa Jenderal George Wickersham, Bonaparte pengganti, bernama gaya Bureau of Investigation pada 16 Maret 1909. Pada waktu itu, judul Chief Examiner diubah menjadi Kepala Biro Investigasi.Terima kasih telah membaca artikel: Sejarah FBI
READ MORE » Sejarah FBI

sejarah CIA





Amerika Serikat telah dilakukan pada aktivitas intelijen asing sejak zaman George Washington, tetapi hanya sejak Perang Dunia II telah mereka telah dikoordinasikan pada dasar pemerintah secara luas. Bahkan sebelum Pearl Harbor, Presiden Franklin D. Roosevelt prihatin mengenai kekurangan intelijen Amerika. Dia bertanya pengacara New York William J. Donovan untuk merancang sebuah rencana untuk layanan intelijen. Office of Strategic Services didirikan pada Juni 1942 dengan mandat untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi strategis yang diperlukan oleh Kepala Staf Gabungan dan untuk melakukan operasi khusus tidak ditugaskan untuk badan-badan lain. Selama Perang, OSS memasok pembuat kebijakan dengan fakta-fakta penting dan perkiraan intelijen dan sering memainkan peran penting dalam kampanye militer secara langsung membantu. Tetapi tidak pernah diterima lengkap OSS yurisdiksi atas semua kegiatan intelijen asing. Sejak awal 1930-an FBI telah bertanggung jawab atas kerja intelijen di Amerika Latin, dan jasa militer dilindungi bidang tanggung jawab mereka.

Pada Oktober 1945, OSS dihapuskan dan fungsinya dialihkan kepada Negara dan Departemen Perang. Tetapi kebutuhan untuk sistem intelijen terpusat pasca perang jelas diakui. Sebelas bulan yang lalu, Donovan, kemudian menjadi mayor jenderal, telah disampaikan kepada Presiden Roosevelt proposal menyerukan pemisahan OSS dari Kepala Staf Gabungan dengan organisasi baru memiliki pengawasan Presiden langsung. Donovan mengusulkan sebuah "organisasi yang akan mendapatkan kecerdasan baik dengan terang-terangan dan tersembunyi metode dan akan pada saat yang sama memberikan bimbingan kecerdasan, menentukan tujuan intelijen nasional, dan menghubungkan materi intelijen yang dikumpulkan oleh semua instansi pemerintah." Di bawah rencana, yang kuat, terpusat lembaga sipil akan mengkoordinasikan semua badan intelijen. Dia juga mengusulkan bahwa lembaga ini mempunyai otoritas untuk melakukan "operasi subversif di luar negeri," tetapi "tidak ada polisi atau fungsi penegakan hukum, baik di rumah maupun di luar negeri."

Rencana Donovan berat menarik api. Dinas militer umumnya menentang merger lengkap. Departemen Luar Negeri pikir itu harus mengawasi semua operasi masa damai mempengaruhi hubungan luar negeri. FBI mendukung sistem intelijen militer di seluruh dunia dimana akan ditangani oleh layanan bersenjata, dan semua kegiatan sipil akan berada di bawah yurisdiksi FBI sendiri.

Dalam menanggapi perdebatan kebijakan ini, Presiden Harry S. Truman didirikan Central Intelligence Group pada bulan Januari 1946, mengarahkannya untuk mengkoordinasikan intelijen departemen yang ada, melengkapi tetapi tidak menggantikan jasa mereka. Ini semua harus dilakukan di bawah pimpinan Authority Intelijen Nasional terdiri dari wakil Presiden dan Sekretaris Negara, Perang dan Angkatan Laut. Laksamana Sidney W. Souers, USNR, yang merupakan Wakil Kepala Intelijen Angkatan Laut, diangkat sebagai Direktur CIA. Dua bulan kemudian, Otoritas Intelijen Nasional dan komponen operasi, Central Intelligence Group, itu dibubarkan.

Di bawah ketentuan Undang-Undang Keamanan Nasional 1947 (yang menjadi efektif pada tanggal 18 September 1947) Dewan Keamanan Nasional dan Central Intelligence Agency didirikan. Sebagian besar Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberikan tugas khusus ~ CIA serta larangan polisi dan fungsi keamanan internal, erat ikuti baik yang asli Donovan 1944 merencanakan dan menciptakan direktif Presiden Central Intelligence Group. Dikenakan Undang-undang tahun 1947 CIA dengan mengkoordinasikan kegiatan intelijen negara dan mengkorelasikan, mengevaluasi dan penyebarluasan intelijen yang mempengaruhi keamanan nasional. Selain itu, Badan tersebut adalah untuk melakukan tugas dan fungsi-fungsi lain yang berhubungan dengan kecerdasan sebagai NSC bisa langsung. Undang-undang juga membuat Direktur Central Intelligence (DCI) bertanggung jawab untuk melindungi sumber-sumber intelijen dan metode.

Pada tahun 1949, Central Intelligence Agency melengkapi UU disahkan UU tahun 1947 oleh Badan mengizinkan untuk menggunakan rahasia fiskal dan prosedur administrasi dan membebaskan CIA dari banyak keterbatasan yang biasa pada pengeluaran dana federal. Bahwa CIA itu memberikan dana dapat dimasukkan dalam anggaran departemen lain dan kemudian dipindahkan ke Badan tanpa memperhatikan pembatasan perampasan awal. Undang-undang ini adalah kewenangan perundang-undangan untuk kerahasiaan Badan anggaran. Dalam rangka untuk melindungi sumber-sumber dan metode intelijen dari pengungkapan, UU tahun 1949 dibebaskan lebih lanjut CIA dari keharusan untuk mengungkapkan dengan "organisasi, fungsi, nama? Pejabat, judul, gaji, atau jumlah karyawan yang dipekerjakan."

Kantor Wakil Direktur Central Intelligence (DDCI) berevolusi secara bertahap. Sampai tahun 1953, Wakil Direksi diangkat oleh Direktur, dan itu adalah Jenderal Walter Bedell Smith, DCI keempat, yang mendirikan Deputi Direktur Central Intelligence dalam peran yang telah sejak bermain di CIA. Kongres mengakui pentingnya posisi pada bulan April 1953 oleh amandemen Undang-Undang Keamanan Nasional tahun 1947 untuk menyediakan pengangkatan Wakil Direktur Intelijen Pusat oleh Presiden dengan nasihat dan persetujuan Senat. Perubahan ini juga memberikan bahwa perwira angkatan bersenjata, apakah aktif atau pensiun, tidak bisa menempati kedua DCI dan DDCI posisi pada waktu yang sama. DDCI membantu Direktur dengan melakukan fungsi-fungsi seperti sebagai DCI menugaskan atau delegasi. Ia bertindak untuk dan latihan kekuasaan Direktur selama ketidakhadiran atau cacat, atau dalam hal terjadi kekosongan dalam posisi Direktur.

Di bawah Undang-Undang ini, Direktur berfungsi sebagai penasehat utama kepada Presiden dan Dewan Keamanan Nasional pada semua hal intelijen asing yang terkait dengan keamanan nasional. Tanggung jawab CIA dilaksanakan tunduk pada berbagai arahan dan kontrol oleh Presiden dan NSC.

Hari ini laporan CIA secara teratur ke Senat Pilih Komite Intelijen dan Dewan Komite Tetap Pilih Intelijen, sebagaimana diwajibkan oleh Undang-undang Pengawasan Intelijen tahun 1980 dan berbagai Executive Orders. Badan juga melaporkan secara teratur untuk Pertahanan subkomite dari Komite Alokasi di kedua majelis Kongres. Selain itu, Badan substantif memberikan briefing kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat, House Komite Urusan Luar Negeri, dan Komite Angkatan Bersenjata di kedua tubuh serta Komite lainnya dan anggota perorangan.Terima kasih telah membaca artikel: sejarah CIA
READ MORE » sejarah CIA
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...